Deskripsi
Menitipkan Masa Depan pada Keyakinan, Bukan Kecemasan
Pernah merasa masa depan terlalu ramai di kepala?
Belum terjadi, tetapi sudah dipikirkan.
Belum datang, tetapi sudah dicemaskan.
Belum tentu terjadi, tetapi di dalam pikiran sudah dibuatkan seribu satu kemungkinan.
Menitipkan Masa Depan pada Keyakinan, Bukan Kecemasan adalah produk digital interaktif yang dibuat untuk menemani kamu berhenti sejenak, melihat kembali apa yang sebenarnya sedang kamu khawatirkan, membedakan antara ikhtiar dan keinginan untuk mengendalikan semuanya, lalu belajar menyerahkan hal-hal yang memang berada di luar kendali kepada Allah.
Ini bukan sekadar membaca.
Bukan pula sekadar mengisi worksheet.
Di dalamnya terdapat 8 ruang refleksi interaktif yang bisa kamu gunakan secara bertahap:
🌱 1. Future Anxiety Journal
Tempat untuk menuangkan kekhawatiran tentang masa depan dan membongkar apa yang sebenarnya sedang membuat pikiranmu tidak tenang.
📝 2. 24-Hour Ikhtiar Planner
Membantumu memisahkan mana yang bisa dilakukan, mana yang hanya bisa dipengaruhi, dan mana yang memang berada di luar kendali.
🎴 3. Kartu Refleksi
Pertanyaan reflektif acak untuk mengajakmu melihat kembali berbagai kekhawatiran dari sudut pandang yang berbeda.
🔎 4. Fakta atau Ketakutan?
Menguji kembali pikiran yang terasa sangat nyata. Apakah itu fakta, atau sebenarnya baru berupa prediksi dan ketakutan?
⏳ 5. Future Anxiety Check-in
Bisa digunakan kembali ketika pikiran mulai berlari terlalu jauh ke masa depan.
👨👦 6. Ayah & Masa Depan Anak
Ruang khusus untuk para ayah yang sering khawatir terhadap masa depan anak. Apakah kita sedang mempersiapkan mereka, atau justru berusaha mengendalikan seluruh masa depan mereka?
🪞 7. Muhasabah Masa Depan
Ruang untuk melihat kembali kecemasan, ikhtiar, kendali, dan hal-hal yang ingin diperbaiki.
📖 8. Mini eBook
Bagian bacaan reflektif yang mengajakmu memahami kembali hubungan antara kecemasan, ikhtiar, kendali, dan keyakinan kepada Allah.
Cocok untuk kamu yang:
- sering memikirkan masa depan secara berlebihan,
- mudah cemas terhadap sesuatu yang belum terjadi,
- sedang menghadapi perubahan dalam hidup,
- ingin belajar membedakan ikhtiar dengan kecemasan,
- atau seorang ayah yang sering memikirkan masa depan anak-anaknya.
Buka ketika pikiran sedang penuh.
Isi perlahan.
Tidak harus selesai dalam sekali duduk.
Karena tujuan produk ini bukan membuat kamu memiliki semua jawaban tentang masa depan.
Justru belajar menyadari bahwa tidak semua jawaban harus kita miliki hari ini.
Ada bagian yang harus kita usahakan.
Ada bagian yang harus kita doakan.
Dan ada bagian yang akhirnya harus kita titipkan.
Menitipkan masa depan bukan berarti berhenti berusaha.
Menitipkan masa depan berarti berhenti berpura-pura bahwa kita mampu mengendalikan semuanya.
