Bayu mengira tugas menjaga Mercusuar Cikoneng hanyalah pekerjaan sunyi di tepi Selat Sunda. Namun, setiap malam terdengar ketukan tanpa penghuni, tawa anak-anak yang tak terlihat, dan puluhan bekas telapak tangan kecil muncul di kaca mercusuar yang mustahil dijangkau siapa pun.
Saat menemukan catatan penjaga sebelumnya, Bayu menyadari bahwa mercusuar itu menyimpan rahasia kelam sejak tragedi Krakatau 1883, yang pastinya anak kamu belum lahir di tahun itu. Di sana, sesuatu masih menunggu... dan hanya menginginkan satu hal: teman bermain yang tak akan pernah pulang.
Mampukah Bayu bertahan, atau justru menjadi penjaga berikutnya yang menghilang tanpa jejak?
Berani membaca sendirian saat malam? Jangan salahkan siapa pun jika setelah itu suara ketukan terdengar dari balik jendelamu atau malah pintu kamarmu. Ternyata, bisa jadi itu ibumu, kamu disuruh cuci piring!
Bayu mengira tugas menjaga Mercusuar Cikoneng hanyalah pekerjaan sunyi di tepi Selat Sunda. Namun, setiap malam terdengar ketukan tanpa penghuni, tawa anak-anak yang tak terlihat, dan puluhan bekas telapak tangan kecil muncul di kaca mercusuar yang mustahil dijangkau siapa pun.
Saat menemukan catatan penjaga sebelumnya, Bayu menyadari bahwa mercusuar itu menyimpan rahasia kelam sejak tragedi Krakatau 1883, yang pastinya anak kamu belum lahir di tahun itu. Di sana, sesuatu masih menunggu... dan hanya menginginkan satu hal: teman bermain yang tak akan pernah pulang.
Mampukah Bayu bertahan, atau justru menjadi penjaga berikutnya yang menghilang tanpa jejak?
Berani membaca sendirian saat malam? Jangan salahkan siapa pun jika setelah itu suara ketukan terdengar dari balik jendelamu atau malah pintu kamarmu. Ternyata, bisa jadi itu ibumu, kamu disuruh cuci piring!