Raka bukan orang yang percaya hal-hal gaib.
Tapi malam itu, di tengah Simpang Lima Semarang yang sepi, dia berdiri dengan kresek hitam berisi kembang tujuh rupa dan satu foto temannya yang hidupnya jauh lebih baik dari hidupnya sendiri. Untunglah bukan foto presiden yang dia bawa.
Dia hanya mau sukses. Apa salahnya?
Ternyata tidak ada yang gratis di dunia ini. Bahkan waktu pun bisa diperjualbelikan. Dan iblis yang datang menemuinya bukan seperti yang ada di film-film — tidak bertanduk, tidak berjubah hitam, tidak menakutkan.
Justru itulah yang paling menakutkan.
Karena iblis yang paling berbahaya adalah yang terlihat sangat biasa.
Berapa harga yang rela kamu bayar untuk hidup yang kamu impikan?
Raka bukan orang yang percaya hal-hal gaib.
Tapi malam itu, di tengah Simpang Lima Semarang yang sepi, dia berdiri dengan kresek hitam berisi kembang tujuh rupa dan satu foto temannya yang hidupnya jauh lebih baik dari hidupnya sendiri. Untunglah bukan foto presiden yang dia bawa.
Dia hanya mau sukses. Apa salahnya?
Ternyata tidak ada yang gratis di dunia ini. Bahkan waktu pun bisa diperjualbelikan. Dan iblis yang datang menemuinya bukan seperti yang ada di film-film — tidak bertanduk, tidak berjubah hitam, tidak menakutkan.
Justru itulah yang paling menakutkan.
Karena iblis yang paling berbahaya adalah yang terlihat sangat biasa.
Berapa harga yang rela kamu bayar untuk hidup yang kamu impikan?